Waktu yang Tepat Berinvestasi Properti

Investasi properti disebut sebagai bisnis yang tak mengenal kata rugi sehingga banyak yang melirik bisnsi ini dan menjadikanya sebagai bisnis sampingan, cadangan untuk hari tua, hadiah untuk orang tersayang atau untuk dijadikan sumber penghasilan utama. Selain harganya yang tidak akan mengalami penurunan dari waktu ke waktu, properti juga menawarkan banyak manfaat sebagai sumber penghasilan rutin sekunder—jika disewakan—atau untuk tempat hunian. Namun demikian, meski banyak yang telah mengetahui dan mendengar langsung testimoni para pebisnis properti mengenai keuntungan berlimpah yang ditawarkan bisnis ini dan minimnya resiko kerugian, tidak sedikit yang masih ragu mengenai waktu yang tepat untuk berinvestasi properti.

Well jika Anda adalah salah satu di antara mereka dan masih bertanya kapan waktu yang tepat untuk merintis bisnis properti, Anda bisa memulainya sekarang juga. Jangan berpikir bahwa menjalani bisnis properti mengharuskan Anda menjadi seorang pengembang kompleks apartemen, kompleks perumahan, pemegang saham di perusahaan properti ternama dan jabatan besar lainnya. Anda bisa memulainya kapan saja selagi Anda memiliki niat dan tekad yang kuat serta sedikit modal. Tidak perlu menunggu Anda sukses dan berpenghasilan tinggi untuk berinvestasi properti karena semakin Anda terlambat memulainya, semakin banyak modal yang harus Anda keluarkan sebab harga properti setiap tahun semakin menanjak.

Inilah beberapa pilihan yang bisa Anda pertimbangkan untuk membultkan tekad Anda bahwa berinvestasi properti bisa Anda mulai sekarang juga dengan modal yang terbilang sangat minim.

  • Membeli Properti dengan Sistem Kredit

Sebagian besar pembeli yang baru mulai berinvestasi properti akan memilih pembayaran dengan sistem kredit baik ketika mereka membeli rumah, apartemen, tanah, ruko, ruang usaha atau jenis properti yang lain. Alasan paling umumnya adalah karena mereka memiliki modal minim, pemasukan rutin berkala serta kebutuhan lain yang harus dicukupi. Anda juga bisa menggunakan cara kerja yang demikian dengan membayar uang muka terlebih dahulu kemudian sekian cicilan pertama lalu memiliki hak untuk menghuni dan atau menggunakan properti tersebut. Jika Anda belum ingin menggunakannya untuk kepentingan atau bisnis pribadi, Anda bisa menyewakannya pada penawar tertinggi sehingga bayaran dari sumber tersebut bisa Anda jadikan tambahan untuk membayar cicilan.

  • Menyewakan Hunian

Langkah kedua ini tergolong cukup gila akan tetapi tidak sedikit orang yang melakukannya. Mereka berinvestasi properti dengan cara menyewakan hunian yang mereka miliki meski mereka harus berpindah ke tempat lain. Tak jarang bahkan tempat hunian yang baru lebih sederhana dibanding hunian yang mereka sewakan. Selain berorientasi mencukupi kebutuhan dalam jumlah besar dan mendadak, langkah yang demikian juga dimaksudkan untuk berinvestasi properti. Harga sewa hunian yang cukup mewah tentu cukup untuk mempersiapkan hari tua, biaya sekolah atau kuliah anak, tabungan nikah atau haji dan keperluan-keperluan ‘besar’ lain.

  • Mengolah Lahan dan Mempekerjakan Buruh

Cara ketiga ini berlaku bagi Anda yang memiliki lahan pertanian dan belum berniat menjual atau mendirikan bangunan di atasnya karena berbagai alasan. Dalam keadaan yang demikian, akan sangat bermanfaat jika tanah tersebut diolah dengan tenaga buruh yang Anda pekerjakan. Meskipun hasil panen nantinya akan dibagi antara Anda dan buruh, ini tentu lebih bermanfaat dibanding tidak melakukan apa-apa sebab Anda juga tidak akan mendapat apa-apa. Berinvestasi properti dengan cara yang satu ini juga terbukti efektif untuk memenuhi lumbung kebutuhan pangan yang berasal dari hasil panen sehingga Anda tidak perlu membeli bahan-bahan semisal beras dan hasil pertanian lain.