Tips Terhindar dari Penipuan Online (2)

  • Berhati-Hati dengan Sistem CoD (Cash on Delivery)

Penipuan online dapat berlanjut kepada penipuan offline utamanya jika Anda menggunkaan sistem COD (Cash on Delivery). Tak sedikit kasus kriminalitas yang terjadi diawali dengan komunikasi virtual. Setelah seorang pembeli membuat deal dengan sebuah toko online, pihak toko terkadang meminta sistem CoD agar barang dan uang dapat langsung ditukar tanpa harus menggunakan sistem transfer bank dan pengiriman vipos atau kurir. Kebanyakan sistem ini dipakai jika si pembeli maupun toko online atau cabangnya berada dalam satu kota. Jika toko online yang dimaksud memiliki gerai dan semacam showroom, Anda tidak perlu terlalu megkhawatirkan terjadinya penipuan online meski Anda tetap harus waspada.

Namun demikian jika toko online tersebut tidak memiliki gerai dan meminta untuk bertemu di suatu tempat, pastikan tempat tersebut adalah tempat umum yang dikunjungi banyak orang pada waktu pertemuan yang disepakati. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, Anda harus mengingat bahwa kasus hipnotis terjadi pada pertemuan-pertemuan semacam itu jadi pastikan Anda tidak menjadi korban berikutnya. Alur yang biasanya terjadi adalah Anda menyerahkan sejumlah uang yang Anda bawa tanpa menerima produk yang rencananya akan Anda beli. Karena itu, selain memastikan tempat dan waktu bertemu aman, sangat disarankan Anda juga mengajak keluarga atau teman dalam pertemuan tersebut.

  • Memperhatikan Tampilan Fans Page dan Percakapan Konsumen

Cara mudah lain untuk mengendus dan menghindari penipuan online adalah dengan memerhatikan tampilan fans page sebuah toko online di mana setiap pelanggan bisa berkomentar dan menyampaikan kesannya terhadap pelayanan dan produk yang mereka beli. Perhatikan dengan seksama bagaimana komentar yang disampaikan pelanggan. Biasanya, jika memang tidak direkayasa, percakapan yang tampil di fans page akan terlihat natural dalam arti tidak hanya akan menonjolkan kelebihan toko dan kepuasan konsumen.

Ada yang bertanya mengenai prosedur pembayaran dan atau pengiriman, ada yang menyampaikan kepuasan dan ada juga yang menyampaikan komplain. Komplain pelanggan toko online bisa berbentuk hal kecil, semisal mengenai kiriman yang belum sampai hingga hal besar seperti produk yang kurang memuaskan. Komentar dan ‘suara’ konsumen ini bisa dihilangkan oleh admin fans page sehingga Anda bisa menilai sportifitas dan fair tidaknya sebuah toko online dari imbang tidaknya komentar konsumen yang ditampilkan. Mengunjungi fans page juga memungkinkan Anda untuk bertanya langsung kepada konsumen toko online tersebut mengenai transaksi yang pernah mereka lakukan, sehingga Anda akan mendapat informasi yang objektif dan terhindar dari penipuan online.

  • Teliti pada Nomor Rekening yang Dikirimkan

Toko online yang jujur dan benar-benar ingin membantu Anda mendapatkan produk yang Anda butuhkan dengan cara yang mudah dan tepat biasanya akan menampilkan profil pemiliknya, minimal dari nama terang dan photo yang jelas. Anda bisa menggunakan ini sebagai ukuran untuk menghindari penipuan online. Setelah mengetahui nama terang dari pemilik toko online, Anda bisa mencocokkannya dengan nama pemilik rekening yang dijadikan rekening tujuan semua transaksi di toko online tersebut. Perhatikan pula alamat bank berikut cabangnya, jika memang dicantukmkan. Jika nama dan alamatnya sama seperti yang dicantumkan di informasi toko online, Anda bisa memercayai kredibilitas toko online tersebut, tentunya setelah melakukan pengecekan-pengecekan lain.

  • Melakukan Transaksi denga Orang yang Dikenal

Cara terakhir dan paling aman yang dapat Anda lakukan dalam menghindari penipuan online adalah dengan melakukan transaksi denga toko online milik teman atau keluarga Anda. Selain dapat memudahkan Anda mendapat barang yang diinginkan serta menghindarkan dari ancaman kriminalias online, pilihan ini juga dapat semakin merekatkan hubungann emosional dan keakraban.