Tips Membeli Rumah Secondhand

Rumah secondhand atau rumah bekas terbilang properti yang cukup banyak dilirik masyarakat dibanding jenis properti hunian lain semisal apartemen maupun ruko. Mereka juga cenderung memilih rumah secondhand di daerah perkampungan dibanding komplek perumahan karena pertimbangan harga ataupun lingkungan sosial yang dianggap lebih hangat dan akrab. Persoalan harga juga menjadi pertimbangan untuk tidak membangun rumah di lahan kosong. Selain harus membeli lahan, material yang dibutuhkan dan operasional pembangunan juga menelan biaya yang tidak sedikit, sehingga rumah secondhand menjadi pilihan banyak orang.

Ketika memilih-milih rumah secondhand untuk dijadikan tempat hunian ataupun dijadikan investasi, Anda harus ekstra berhati-hati dan memperhatikan beberapa detail agar tidak ‘kecolongan’ membayar harga mahal untuk barang yang kemudian akan mengecewakan Anda. Untukitu, tips-tips di bawah ini dapat cukup membantu Anda memperlancar proses dan memastikan segala halnya ;

  • Memastikan Legalitas

Legalitas properti adalah hal yang harus Anda pastikan sebelum membeli sebuah rumah secondhand. Setidaknya, Anda harus memastikan bahwa sertifikat rumah sekaligus pekarangan yang Anda beli sudah bisa Anda dapatkan setelah melakukan pembayaran penuh atau sekian persen dari harga sesuai dengan perjanjian yang disepakati. Selain itu, pastikan juga mengenai detail properti yang tertera di surat tanah mulai dari ukuran, batas dan lain-lain. Lakukan transaksi pembelian dengan serapi dan seprosedural mungkin dan pastikan Anda mendapat kwitansi pembayaran. Dengan begitu, Anda tidak akan direpotkan dengan masalah legalitas di kemudian hari.

  • Memerhatikan Setiap Detail Rumah

Ketika mengetahui informasi sebuah rumah secondhand yang akan dijual, Anda tentu akan melakukan survey terlebih dahulu terhadap rumah yang dimaksud dan bertemu pemiliknya. Gunakan kesempatan ini untuk melihat secara detail setiap bagian dalam rumah mulai dari bagian-bagiannya, keadaan dan kualitas material, ventilasi dan akses sinar matahari, saluran air, ledeng, pembuangan, instalasi listrik dan lain sebagainya. Selain dapat membantu Anda memutuskan untuk membeli rumah terebut atau tidak, cara yang demikian juga dapat membantu Anda menentukan harga yang Anda ajukan untuk menawar harga dari pemilik rumah lama.

  • Melihat Lingkungan Sekitar

Lingkungan sekitar rumah juga patut menjadi pertimbangan Anda ketika akan membeli rumah secondhand. Ini penting Anda perhatikan sebab lingkungan tetangga sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kehidupan Anda dan keluarga Anda. Jika Anda mendapatan lingkungan yang sehat, tertib, ramah dan welcome terhadap pendatang baru, Anda bisa semaki memantapkan keyakinan Anda untuk membeli semuah rumah tertentu dan begitu juga sebaliknya. Kesempatan melihat dan mengobservasi lingkungan sekitar ini bisa Anda dapatkan ketika melakukan survey.

  • Menimbang Letak Geografis

Letak geografis sebuah rumah secondhand umumnya disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Jika Anda mencari rumah dengan lingkungan yang tenang dan tidak terlalu bising, misalnya, Anda bisa memusatkan pencarian pada daerah-daerah pinggiran kota atau bahkan di desa kecil yang cenderung masih ‘hijau’. Ini misalnya cocok bagi mereka yang tengah mencari rumah sebagai hunian hari tua. Sementara itu jika Anda menginginkan rumah yang dekat dengan tempa kerja, akses transportasi atau tempat-tempat umum, Anda juga harus memfokuskan pencarian pada wilayah lain, semisal di jantung kota yang dekat dengan keramaian.

  • Mengetahui Kisaran Harga

Untuk menghindari ‘kecolongan’ membeli barang dengan harga di atas wajar, Anda disarankan mengetahui kisaran harga sebuah rumah terlebih dahulu. Informasi ini bisa Anda dapatkan di majalah-majalah properti, laman-laman iklan properti atau bertanya pada orang lain yang banyak mengetau harga pasaran rumah secondhand. Dengan bekal pengetahuan yang cukup serta observasi langsung terhadap calon ruma yang akan Anda beli, Anda bisa dipastikan mendapat harga yang wajar dengan kualitas rumah yang setara.