Tips Cerdas Membeli Rumah di Kompleks Perumahan

Memiliki dan membeli rumah di kompleks perumahan masih menjadi impian banyak orang bersamaan dengan semakin meroketnya harga tanah di luar kompleks perumahan, mahalnya material untuk membangun rumah serta tingginya ongkos pembangunan rumah. Di sisi lain, para pengembang semakin berlomba untuk menyediakan hunian dengan konsep yang paling menjanjikan kenyamanan, keamanan pun gengsi yang tinggi. Ini membuat transaksi pembelian rumah di kompleks perumahan semakin tinggi dari hari ke hari sekaligus memunculkan berbagai ‘kelas’ kompleks perumahan mulai dari yang elite hingga yang ekonomis.

Jika Anda termasuk salah satu di antara mereka yang ingin membeli rumah di kompleks perumahan karena tergiur dengan sistem pembayaran one cash yang cenderung tidak ribet, Anda sedikitnya dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama adalah membeli rumah yang baru (akan) dibangun dan kedua adalah membeli rumah second bekas rumah kepemilikan penghuni lama yang memutuskan untuk menjual rumahnya karena berbagai alasan tertentu. Menghadapi dua keadaan tersebut, Anda harus menggunakan pendekatan yang berbeda agar nantinya tidak kecewa memilih sebuah rumah yang tidak hanya akan menjadi hunian, akan tetapi juga menjadi lahan investasi properti.

Pada rumah yang baru (akan) dibangun, Anda bisa mengikuti proses pembangunan. Sebagian pengembang menerapkan kebijakan ini untuk ‘memanjakan’ konsumen. Konsumen diberi hak dan kesempatan untuk ikut menentukan design rumah, menentukan bahan, mengawasi proses pembangunan dan lain sebagainya. Kebijakan yang demikian sangat menguntungkan konsumen sehingga sebisa mungkin, temukanlah pengembang yang mau memberi Anda kebijakan tersebut sehingga Anda benar-benar mengetahui semua detail dalam rumah yang akan Anda tempati. Dengan cara ini, membeli rumah di kompleks perumahan-pun tidak lagi bisa disamakan dengan aktivitas membeli kucing dalam karung sebab Anda mengikuti seluruh proses mulai dari design hingga pembangunan rumah.

Faktor inilah yang juga menjadi pertimbangan sekaligus alasan mengapa Anda sebaiknya membeli rumah yang baru dibangun dibanding rumah second meskipun sama-sama terletak di area kompleks perumahan. Namun demikian, jika karena satu atau laih hal, Anda hanya bisa membeli rumah di kompleks perumahan dengan kategori rumah bekas atau second, Anda juga tidak perlu berkecil hati sebab ada juga banyak cara untuk mengakali keadaan dan menjadikan Anda tetap sebagai pembeli cerdas. Selain itu, ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Seperti yang bisa Anda bayangkan, harga rumah second umumnya lebih rendah dibanding rumah yang baru akan dibuat jika membandingkan dua item yang spesifikasinya sama persis. Pemasangan saluran listrik, air bersih dan pembuangan juga cenderung telah benar dan berfungsi dengan baik mengingat rumah tersebut sudah pernah dihuni.

Adapun langkah-langkah cerdas yang bisa Anda lakukan untuk memastikan bahwa rumah second yang Anda beli benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harga yang Anda bayar di antaranya adalah sebagai berikut;

  1. Memerhatikan setiap detail rumah. Ini utamanya berkait dengan akses sinar matahari, udara yang bersih, jarak antara dapur dan kamar mandi dan lain sebagainya yang berkait dengan kebersihan dan kesehatan.
  2. Melacak titik-titik rawan dan gangguan yang paling sering muncul semisal kebocoran, dinding yang lembab, dinding yang retak, lantai yang retak, bagian pintu dan jendela, pojok-pojok kamar, loteng dan lain sebagainya.
  3. Memeriksa ketersediaan ruangan maupun space untuk berbagai keperluan semisal untuk menjemur pakaian, mencuci mobil, menaruh barang-barang bekas serta ketahanan material secara umum.