Saatnya Serius Dalam Mengembangkan Bisnis Properti

Bisnis properti identik dengan modal yang besar, kawasan perumahan elit dan luas, design rumah dengan berbagai tipe, peridzinan yang ribet serta pasar dari segmentasi menengah ke atas. Anggapan tersebut ada benarnya juga meski hanya berlaku untuk bisnis properti dalam skala besar dan para pengembangnya dan atau broker. Sementara itu, bisnis properti dalam skala kecil tidak banyak dikenal dan karenanya tidak dianggap bagian dari bisnis properti. Salah kaprah ini merupakan suatu hal yang logis sebab dalam hidup keseharian, memiliki properti semisal sebidang tanah, rumah, apartemen, ruang usaha atau ruko masih belum banyak dianggap sebagai investasi properti karena nilainya tidak sebesar pada bisnis properti dalam komplek perumahan atau apartemen.

Bisnis properti sebenarnya merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah usaha yang menggunakan properti sebagai komoditasnya baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Seorang tuan tanah di desa barangkali tidak dianggap berbisnis properti karena tidak memiliki sebuah komplek perumahan atau apartemen menjulang tinggi. Namun demikian, ia menjalankan prinsip bisnis properti yakni dengan membeli sebidang tanah, mengelolanya (biasanya dengan menjadikan lahan pertanian) dan menuai hasilnya, kemudian menjualnya pada orang yang membutuhkan lahan untuk tempat tinggal, ruang usaha atau pertanian.

Hal yang sama juga terjadi bagi mereka yang berinvestasi kecil-kecilan dengan membeli sebuah apartemen. Harga beli yang mereka keluarkan akan berlipat ketika apartemen tersebut dijual atau dialihkan kepemilikannya pada orang lain. Jika belum terjual lagi, maka apartemen tersebut bisa disewakan atau ditempati sendiri sehingga tetap memiliki nilai manfaat. Ini juga berlaku bagi villa pribadi dan rumah yang dijadikan persinggahan di tiap kota. Selain untuk berinvestasi, properti yang demikian bisa diambil manfaatnya baik oleh pemilik, penyewa atau keluarga pemilik.

Nah, bagi mereka yang memiliki modal besar dan atau skill yang memadai, bisnis properti bisa dijalankan dalam skala yang besar, semisal membangun sebuah komplek perumahan dan komplek ruko. Dengan modal dan target yang juga besar, bisnis properti semacam ini melibatkan berbagai proses mulai dari ketersediaan tanah, proses legislasi, penentuan layout dan design masing-masing rumah, bahan baku material yang akan digunakan hingga fasilitas yang disediakan. Setelah konsep matang, segeralah konsep tersebut dijual dan dipasarkan. Tak jarang, sebuah komplek perumahan telah terjual secara keseluruhan bahkan sebelum batu bata pertama komplek tersebut diletakkan. Ini terjadi karena ‘terjual’nya konsep yang ditawarkan, berhasilnya pemasaran serta sistem transaksi yang meyakinkan sehingga tidak sulit mendapatkan pembeli prospektif.

Jika Anda tertarik memulai bisnis ini akan tetapi belum memiliki cukup modal, Anda tidak perlu berkecil hati karena Anda bisa memulainya dengan langkah kecil sesuai kemampuan Anda. Selain berinvestasi pada pengembang, Anda juga menawarkan skill arsitek Anda ataupun skill marketing yang Anda miliki. Anda bisa mengiklankan tanah atau rumah yang akan dijual melalui internet kemudian mendapat sekian persen komisi dari harga penjualan.

Ini juga penting bagi Anda untuk membangun relasi dengan para pebisnis properti sehingga ketika tiba saatnya Anda telah memiliki cukup modal dan keterampilan, Anda sudah memiliki banyak kontak. Bergabung dengan asosiasi pengusaha properti untuk mengenal lebih dalam lika-liku dunia bisnis properti juga bisa menjadi langkah awal yang Anda lakukan untuk menambah pengetahuan Anda mengenai properti. Begitu juga dengan browsing di internet untuk mendapatkan pengetahuan teoretik maupun praktis mengenai bagaimana membangun dan menjalankan bisnis properti.