Rumah Kos dan Bisnis Properti

Di kota-kota pelajar dan atau industri, tidak sedikit masyarakat yang bermata pencaharian sampingan—atau utama—sebagai pemilik rumah kos. Sebagian dari mereka menyisihkan beberapa bagian dari rumah yang ditempati untuk disewakan kepada mahasiswa atau karyawan yang memerlukan hunian sementara. Sebagian lain bahkan ada yang secara khusus membangun rumah kos untuk ditempati penyewa sementara pemilik tinggal di tempat lain yang seringkali justru lebih sederhana. Sejauh ini rumah kos memang belum banyak dikaitkan dengan bisnis properti dan dianggap sebagai bagian dari properti. Namun demikian dalam banyak hal, rumah kos dan sistem penyewaan serta pembayarannya tidak jauh berbeda dengan prinsip investasi properti. Setidaknya, ini dapat dilihat dari harga kos yang semakin tinggi dari tahun ke tahun dan kecilnya kemungkinan kerugian.

Selain uang sewa rumah kos, baik bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, maupun tahunan, pemilik kos juga bisa ‘mengambil jatah’ dari iuran-iuran lain, semisal iuran listrik, kebersihan, perbaikan sarana dan lain sebagainya. Iuran-iuran tersebut dapat cukup membantu meringankan biaya operasional sehingga modal yang harus dikeluarkan relatif sedikit. Jika Anda kebetulan bertempat tinggal di daerah kota pelajar atau industri dan ingin menjajagi kemungkinan berbisnis properti, memiliki usaha rumah kos bisa menjadi langkah utama yang baik untuk mengajari Anda berbagai hal teknis atau keterampilan dalam berbisnis properti apapun jenis properti yang nantinya Anda kelola.

Beberapa hal teknis tersebut di antaranya adalah sebagai berikut;

  • Mengiklankan ‘Barang’

Hal teknis atau keterampilan pertama yang akan Anda pelajari adalah cara mengiklankan barang atau properti. Tidak ada perbedaan mendasar antara bagaimana mengiklankan sebuah rumah yang dikoskan, menjual sebuah rumah, menyewakan apartemen, ruko atau menjual sebuah lahan kosong. Anda mungkin bisa langsung menjawab bahwa Anda akan mengiklankan rumah kos Anda di media massa dan elektronik, melalui informasi teman dan atau saudara ataupun memasang plang keterangan di depan rumah. Namun demikian, Anda tidak akan tahu bagaimana kondisi di lapangan dan apa saja yang akan Anda hadapi selama proses tersebut belum terjun langsung mengiklankan rumah kos Anda.

  • Berhadapan dengan Orang Lain

Setelah iklan Anda terpasang, Anda akan dihubungi dan atau dikunjungi beberapa calon penghuni yang berminat atau sekadar melakukan survey lokasi. Lagi-lagi, Anda membutuhkan keterampilan menghadapi orang lain serta bagaimana meyakinkan mereka untuk menjadi penyewa rumah kos Anda dengan membayar harga tertinggi. Berbagai teori tentang hal ini dapat dengan mudah Anda temukan di berbagai buku dan literatur lain akan tetapi, pengalaman Anda di lapangan tidak kurang berharga dibanding informasi-informasi tersebut. Jika Anda sudah cukup terlatih untuk meyakinkan orang lain, Anda akan lebih mudah menghadapi kejadian-kejadian serupa dalam proses bertransaksi properti-properti lain yang lebih tinggi nilainya.

  1. Negosiasi Harga

Keterampilan bernegosiasi harga juga harus Anda miliki untuk menjalani bisnis properti. Sebagai seorang pemilik rumah kos, misalnya, Anda cenderung menginginkan harga tertinggi dari penyewa akan tetapi Anda juga harus realistis dan menyesuaikan harga dengan standard di pasaran serta kondisi rumah kos Anda. Sikap ramah, tegas dan diplomatis harus Anda tunjukkan ketika berngeosiasi harga sehingga Anda tidak akan kehilangan penyewa potensial. Sikap yang sama juga harus Anda tunjukkan ketika tengah menjadi calon pembeli rumah di komplek perumahan, apartemen atau ruko begitu Anda telah menekuni bisnis properti. Dengan memiliki pengalaman terdahulu sebagai penyedia jasa atau penjual, sedikit banyak Anda akan tahu bagaimana taktik yang digunakan seorang penjual, marketing atau perantara sehingga Anda bisa mendapatkan properti berkualitas dengan harga terjangkau.