Resiko-Resiko Berinvestasi Properti

Berinvestasi properti saat ini menjadi trend di kalangan kelas menengah ke atas karena probabilitas keuntungan yang besar serta kerugian resiko yang terbilang kecil dibandingkan investasi-investasi lain. Investasi properti juga mengandalkan prinsip akuntaibilitas karena wujud barang investasi yang nyata di depan mata dan secara hukum menjadi hak milih sah si investor. Ini tentu berbeda dengan investasi bernilai puluhan hingga ratusan juta dalam bentuk produk atau layanan yang tak jelas keberadaannya dan tidak jarang justru memberi kerugian bagi para investor. Investasi properti, di sisi lain, juga menawarkan banyak manfaat karena selain bisa mendapat keuntungan dari nilai jual sebuah properti di kemudian hari, sebuah properti juga memiliki daya guna lain untuk dihuni, dipakai, disewakan dan atau diolah.

Namun begitu, resiko agaknya merupakan bagian yang tak pernah hilang dari bisnis apapun, termasuk jika Anda berinvestasi properti. Ini mungkin kedengaran sedikit aneh dan kontradiktif dengan anggapan umum bahwa bisnis properti tidak akan pernah mendatangkan kerugian. Namun demikian, tak ada salahnya Anda mengetahui beberapa resiko yang mungkin muncul dalam berinvestasi properti seperti yang tercantum berikut ini;

  • Ancaman Bencana Alam

Ancaman bencana alam sebenarnya dapat terjadi di mana saja, namun Anda tetap disarankan menghindari berinvestasi properti di tempat-tempat yang rentan terkena bencana alam karena letak geografisnya, pernah mengalami bencana alam atau diprediksi akan mengalami bencana alam. Kerugian yang Anda derita jika suatu saat properti Anda mengalami kerusakan karena bencana alam memang dapat di-backup oleh uang ganti rugi dari pemerintah ataaupun dari perusahaan asuransi yang Anda percaya. Namun demikian, selain jumlahya yang tidak seberapa dan tak sebanding dengan kerugian yang Anda derita. Karena itu, hindarilah berinvestasi properti di tempat-tempat yang mungkin akan mengalami bencana alam semisal banjir, erupsi gunung, angin topan dan lain sebagainya.

  • Ancaman Kecelakaan

Selain ancaman bencana alam, resiko lain yang harus dipertimbangkan sebelum berinvestasi properti dan membeli sebuh properti tertentu adalah berbagai kecelakaan yang mungkin terjadi, semisal kebakaran, kerusuhan, penjarahan dan lain sebagainya.

Sebisa mungkin, hindarilah lokasi-lokasi padat dan berjejalan karena aliran pendek listrik dari satu bilik bangunan yang dapat menyebabkan kebakaran dapat merembet ke bangunan lain dalam waktu yang cepat. Hal yang demikian patut menjadi pertimbangan sebab tak sedikit orang yang menderita kerugian karena kebakaran yang diakibatkan orang lain. Anda sebagai pebisnis properti dengan pola pikir bisnis tentu tidak ingin mengalami hal demikian.

Selain itu, Anda juga harus banyak mengetahui informasi tentang suatu derah sebelum membulatkan keputusan untuk berinvestasi properti di daerah tersebut. Ini terkait dengan demografi daerah, intensitas konflik, kondisi keamanan secara umum serta ketertiban warga. Hindarilah berinvestasi properti di tempat-tempat yang menjadi pusaran konlik atau tidak memiliki sistem keamanan dan ketertiban yang dapat diandalkan.

  • Resiko Sulit Mendapat Pembeli

Sebagian besar orang yang memutuskan untuk berinvestasi properti memiliki ancang-ancang atau rencana untuk menjul kembali properti yang dimilikinya beberapa tahun setelah masa pembelian. Sayangnya, tidak sedikit pebisnis properti yang kesulitan memasarkan properti yang mereka miliki meski telah menyewa agen periklanan atau menyebar iklan di mana-mana.

Tak jarang mereka sampai harus membanting harga agar properti mereka terjual meski harus menderita kerugian. Anda tentu tidak mau mengalami kejadian seperti ini sehingga pastikan sebelum membeli sebuah properti, Anda sudah mengetahui banyak perihal properti tersebut, sejarah, lingkugan sekitar, setiap detail dan lain-lain. Ini penting Anda perhatikan agar Anda tidak melewatkan informasi penting tentang sebuah properti yang bisa menjadi alasan pembeli enggan mendekatinya.