Pelajari Cara Sukses Menjadi Agen Properti (2)

  • Sistem Manajemen dan Skema Pembayaran

Manajemen perusahaan pengembang adalah hal lain yang harus masuk dalam pertimbangan Anda ketika ‘menyeleksi’ tempat kerja sekaligus belajar yang akan Anda tuju. Jika Anda tidak berdomisil di kota besar, Anda cenderung akan sulit mendapatkan perusahaan ternama dalam bidang pengembangan properti karena belum banyak pebisnis properti yang melirik peluang di tempat tersebut. Karena itu, Anda tidak perlu memaksakan diri berpindah kota untuk bekerja sebagai agen properti. Cukup temukan perusahaan pengembang terdekat dengan tempat tinggal Anda kemudian perhatikan sistem manajemennya, terutama di divisi marketing yang akan Anda sasar utamanya perihal gaji, komisi serta alur kerja.

Sebagai agen properti, sedikitnya tiga hal tersebutlah yang dapat Anda jadikan patokan dalam menilai bagus tidaknya sistem manajemen sebuah perusahaan. Perihal gaji, Anda harus pastikan bahwa gaji yang Anda dapat sesuai dengan jam dan beban kerja yang Anda miliki dan jika mungkin, dengan kebutuhan Anda. Sementara itu perihal komisi, berapa persen dari hasil penjualan yang akan masuk kantong, Anda harus melakukan survey kecil-kecilan mengenai persenan rata-rata yang diapatkan seorang agen properti baik secara umum maupun dalam lingkup lokal. Jika komisis yang ditawarkan perusahaan sudah wajar, Anda bisa melanjutkan langkah.

Sementara itu perihal alur kerja, ukuran yang dapat Anda gunakan adalah seberapa jauh perusahaan, utamanya secara material, memberi kesempatan kepada agennya untuk bergerak. Bergerak di sini dimiulai dari proses mencari kemudian men-shortlist calon pembeli serta melakukan komunikasi personal untuk menyukseskan dan mempercepat terjadinya pembelian. Ini menjadi penting karena bantuan dan dukungan dari perusahaan amat memudahkan agen properti untuk melaksanakan tugasnya. Perhatikan juga bagaimana strategi dan manajemen marketing yang dibangun karena dua hal ini sedikit banyak menunjukkan kualitas suatu perusahaan pengembang properti.

  • Jenjang Karier

Jenjang karier adalah hal lain yang umumnya dijadikan ukuran oleh para pencari kerja dalam memilih perusahaan. Ini juga patut masuk dalam list Anda sebagai calon agen properti. Perhatikan bagaimana perusahaan ‘menghargai’ karyawan yang berprestasi atau mereka yang telah lama bekerja. Anda tentu tidak mau menghabiskan waktu bertahun-tahun di perusahaan yang sama dengan jabatan yang tidak berubah. Tanyakan ini ketika Anda menjalani wawancara kerja sehingga Anda memiliki gambaran apakah Anda akan melanjutkan proses seleksi di perusahaan ini atau tidak. Meskipun komisi yang Anda dapatkan dapat memenuhi kantong Anda, berada dalam jabatan yang sama dalam jangka waktu yang lama juga tidak akan baik sebab pengetahuan Anda hanya akan mendalam tapi tidak meluas. Ini tentu tidak efektif bagi Anda yang memimpikan untuk berbisnis properti sebagai pengembang atau investor sebab Anda tidak akan benar-benar tau situasi di lapangan.

  • Insentif untuk Karyawan

Selain dukungan material di luar gaji dan komisi, perusahaan sebaiknya juga membekali karyawan dengan pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana karyawan, atau dalam hal ini, agen properti, akan melakukan eksekusi di lapangan. Hal ini juga menjadi tolak ukur kualitas sebuah perusahaan sebab tak sedikit perusahaan yang hanya ‘mengeksploitasi’ karyawannya tanpa membekali mereka ‘ilmu‘ baru. Pengalaman di lapangan tentu adalah ilmu yang juga tak ternilai, akan tetapi ia juga perlui diimbangi dengan ilmu-ilmu teoretis sehingga langkah-langkah yang diambil bisa efektif dan tepat sasaran untuk menyukseskan pembelian. Insentif yang dimaksud di sini biasanya berbentuk seminar, pelatihan atau kursus singkat yang diorientasikan untuk mengasak skill karyawan, utamanya para agen properti yang menjadi ujung tombak keberhasilan pemasaran produk-produknya properti.