Menjadi Pebisnis Properti Amatir yang Sukses

Jangan pendam cita-cita Anda menjadi pebisnis properti hanya karena Anda belum memiliki cukup modal ataupun pengetahuan teoretis maupun praktis untuk mengeksekusinya. Bermodal kemauan tersebut, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan. Salah satunya adalah dengan menjadi staff marketing atau perantara penjualan properti, semisal tanah, rumah, apartement, ruang usaha dan jenis properti lain. Profesi ini hampir sama dengan makelar, hanya saja Anda mendapatkan idzin resmi—secara eksklusif—dari pemilik untuk menangani konsumen dan sebisa mungkin menyukseskan penjualan. Karena itu sebenarnya, profesi yang demikian juga menjanjikan peluang kesuksesan yang besar.

Pemilik properti biasanya tidak mengharuskan Anda memasang harga tertentu, hanya saja ia memberi Anda harga minimal sehingga harga jualnya tidak boleh kurang. Selain mendapat komisi dari penjualan, bisnis semacam ini juga akan sangat penting mengasah pengetahuan sekaligus naluri sebagai seorang pebisnis properti. Anda juga akan memiliki lingkungan yang kondusif dan suportif terhadap keinginan Anda menggeluti bisnis properti. Selain itu, Anda tidak direpotkan dengan masalah marketing dan periklanan sebab hal terseebut sudah di-handle orang lain.

Selain koneksi yang berlimpah dan lingkungan yang sportif, Anda tentu berharap bisa menyukseskan penjualan. Sebagai pebisnis properti amatir yang masih hijau, berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan.

  • Tampilan yang Meyakinkan

Untuk meyakinkan pembeli, Anda terlebih dahulu harus memiliki tampilan yang meyakinkan. Tentu saja, Anda tidak perlu berbusana formal ketika akan menemui seorang calon pembeli. Anda tetap bisa menggunakan busana santai asal rapi, sopan dan wangi. Ingat bahwa dalam banyak hal, kesan pertama menentukan momen-momen selanjutnya sehingga pastikan Anda mencuri momen pertemuan pertama dengan meninggalkan kesan yang baik.

  • Tutur Kata yang Sopan namun Diplomatis

Tunjukkan keramahan dan profesionalisme Anda serta jangan lupa menyisipkan sedikit humor. Anda juga harus banyak menyesuaikan dengan karakter si calon pembeli utamanya dalam negosiasi harga. Selain mewakili diri sendiri, Anda juga mewakili pemilik properti yang telah memberi Anda kepercayaan. Karena itu, pastikan Anda menggunakan tutur kata yang sopan namun tetap diplomatis dan hangat. Pola komunikasi yang demikian akan Anda latih dan pakai sebagai pebisnis properti pada proses-proses selanjutnya.

  • Pengetahuan Memadai tentang Properti

Point ini tidak boleh Anda lupakan. Sebelum bertemu dengan calon pembeli, pastikan Anda sudah memiliki pengetahuan memadai tentang properti yang akan Anda jual. Anda bisa menanyakan hal ini pada pemilik lama, lingkungan sekitar serta melakukan survey sendiri ke lokasi. Minimal, Anda mengetahui spesifikasi dasar properti tersebut serta sisi-sisi kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu, Anda dapat meyakinkan calon pembeli bahwa Anda mengetahui A-Z keadaan properti yang tengah Anda upayakan penjualannya.

Selain dapat memperbesar kemungkinan suksesnya penjualan, penguasaan Anda terhadap informasi sebuah properti juga akan meyakinkan si pembeli bahwa Anda adalah pebisnis properti yang berpengalaman, betapapun Anda masih amatir. Ini mungkin tidak akan berefek langsung dalam jangka waktu pendek, akan tetapi dalam jangka panjang, Anda bisa menyimpan kontak pembeli tersebut dan menjadikanya pembeli potensial ketika kelak And sudah benar-benar menjadi seorang pebisnis properti.

  • Menimba Ilmu dari yang Lebih Berpengalaman

Seni berkomunikasi dan meyakinkan orang lain adalah sebuah skill yang didapat dari pengalaman dan percobaan terus-menerus. Pengalaman yang dimaksud tidak harus merupakan pengalama Anda, akan tetapi juga pengalaman orang lain, utamanya yang lebih senior. Untuk itu, jangan ragu bertanya kepada pebisnis properti yang telah lama malang melintang di bisnis tersebut sehingga Anda bisa siap dengan berbagai kemungkinan dan keadaan di lapangan.