Menimbang Kemungkinan Mengembankan Apartemen Mahasiswa

Properti berupa apartemen mahasiswa baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku maupun pemerhati bisnis properti. Meski pada awal kemunculannya sempat dipandang sebelah mata, para pengembang pun investor yang nekat membangun dan memasarkan apartemen mahasiswa ternyata menuai keuntungan yang berlimpah. Bisnis inipun mengalami perkembangan signifikan pada tahun-tahun pertamanya sehingga banyak pebisnis poperti yang ingin mencoba peruntungan dengan menjajalnya.

Dengan menawarkan cara pandang baru bahwa apartemen bukanlah barang mewah dan bisa diakses siapa saja, para investor dan pengembang tersebut begitu mudah mendapatkan pembeli potensial. Sistem pembayaran kreditpun cukup menggiurkan konsumen sehingga mereka semakin yakin untuk berinvestasi properti sembari menikmati hunian eksklusif di kompleks apartemen mahasiswa. Bonus-bonus menggiurkan dari pembelian juga tak kalah menggoda para mahasiswa untuk mencoba berinvestasi properti sekaligus menghuni apartemen yang menawarkan gengsi dan eksklusivitas.

Jika Anda telah lama bergelut dengan dunia bisnis properti, bisa dipastikan Anda juga akan tertartik menjajal bisnis semacam ini. Lahan yang dibutuhkan untuk membangun komplek apartemen cenderung lebih sedikit dibanding kompleks perumahan sehingga modal yang harus Anda keluarkan tidak terlalu banyak. Konstruksi apartemen juga lebih simple dan minimalis, apalagi apartemen mahasiswa, sehingga Anda bisa menekan harga sedemikian rupa dan lebih mudah menjaring pembeli potensial.

Namun demikian sebelum membulatkan tekad untuk mengembangkan sebuah kompleks apartemen mahasiswa, beberapa point berikut patut Anda pertimbangkan;

  • Letak Geografis

Menjajal sebuah bisnis dengan segmentasi khusus mengharuskan Anda mempertimbangkan banyak hal. Satu di antaranya adalah letak georafis. Jika Anda berniat membuka kompleks apartemen mahasiswa di kota pelajar di mana terdapat banyak universitas dan atau kampus di dalamnya, Anda bisa melanjutkan langkah Anda. ‘Dagangan’ Anda akan laris manis sepanjang Anda menyajikannya dengan baik dan memasarkannya dengan tepat.

Namun demikian, jika Anda membayangkan akan membangun sebuah komplek apartemen untuk mahasiswa di kota-kota kecil yang juga buka kota belajar, Anda sebaiknya beralih pada jenis properti lain. Anda tidak hanya akan kesulitan mencari pembeli potensial, akan tetapi juga akan kesulitan mengembangkan bisnis bahkan terancam kerugian karena membidik di luar sasaran.

  • Konsep Minimalis

Apartemen mahasiswa identik dengan desain dan konsep yang minimalis sehingga Anda perlu mempertimbangkan point ini. Hal demikian juga terkait erat dengan persoalan harga yang harus dibayar pembeli. Jika Anda maksa menggunakan konsep apartemen pada umumnya, Anda akan kesuiltan mendapat pembeli potensial dari kalangan mahasiswa karena harganya cenderung akan terjangkau. Karena itu, tawarkanlah konsep yang minimalis sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang biasanya belumlah banyak. Faktor ini juga akan cukup menentukan seberapa serius Anda mengusung konsep ‘mahasiswa’ dalam bisnis properti yang Anda jalankan.

  • Harga Terjangkau

Meski sebagian mahasiswa memiliki pemasukan pribadi terlepas dari supply bulanan dari orangtuanya, mereka tetap harus memenuhi berbagai kebutuhan dari yang sifatnya akademik hingga having fun. Karena itu, pastikan Anda juga menawarkan harga yang ‘ramah mahasiswa’ sehingga Anda tidak akan kesulitan mencari pembeli potensial. Harga ramah ini hanya bisa Anda wujudkan jika Anda mengubah konsep apartemen menjadi benar-benar ‘mahasiswa’ dengan desain dan konsep yang sederhana, bangunan minimais namun tetap eksklusif.

  • Fasilitas Mendukung

Jika Anda serius ingin membangun apartemen mahasiswa dengan penghuni yang terdiri dari mahasiswa, dosen atau pekerja akademik lain, Anda tidak boleh setengah-setengah. Carilah merger untuk melengkapi fasilitas yang menjadi kebutuhan primer mereka, seperti toko buku dan ATK, warung kopi untuk diskusi, fasilitas Wi-Fi, TV kabel dan lain sebagainya.