Melirik Lezatnya Prospek Bisnis Warung Kopi (1)

Kopi adalah salah satu komoditas hasil pertanian yang mampu bertahan dari zaman kuno hingga dewasa ini. Jika dahulu—bahkan hingga saat ini—kopi sekadar menjadi suguhan wajib setiap kali menyambut tamu atau dalam acara-acara formal, maka dewasa ini kopi adalah bahasa pergaulan. Pertemuan-pertemuan paling formal hingga paling santai hampir tidak pernah lepas dari cangkir-cangkir kopi, utamanya setelah cara menyajikan jenis minuman ini banyak mengalami perkembangan. Menjamurnya usaha warung-warung kopi dengan berbagai segmentasi pasar yang berbeda juga cukup menunjukkn bahwa kopi tetap bisa mempertahankan eksistensinya di berbagai generasi. Sebagai komoditas lokal, konsumsi yang tinggi terhadap kopi harusnya bisa mendatangkan berlimpah keuntungan bagi petani hingga distributor kopi.

Jika Anda tengah menjajagi berbagai kemungkinan untuk membuka usaha atau bisnis kecil-kecilan, bisnis warung kopi patut masuk dalam list yang akan Anda pertimbangkan. Bisnis semacam itu menawarkan prospek yang cukup menjanjikan sebab memiliki basis konsumen yang kuat dan keuntungan yang tidak sedikit. Anda hanya tinggal mencari gagasan cemerlang mengenai konsep yang cocok, kreatif dan ‘menjual’ kemudian mematangkan dan mengeksekusinya. Untuk membantu Anda dalam proses tersebut, berikut beberapa hal yang bisa Anda perhatikan;

  • Mengubah Paradigma tentang Kopi

Bagi Anda yang masih didera keraguan untuk memulai bisnis warung kopi, Anda sebaiknya melihat kembali paradigma tentang kopi yang ada di pikiran Anda. Bagi kebanyakan orang, kopi tak lebih dari jenis minuman yang banyak disukai dan dijadikan pengusir kantuk namun diketahui memiliki banyak efek samping terhadap kesehatan bahkan menyebabkan kecanduan. Sebagai pebisnis, Anda harus berpikir out of the box bahwa kopi tidak melulu tentang minuman yang menyisakan ampas. Kopi juga tentang cita rasa, kreativitas, suasana yang tercipta di tengah acara ngopi, momen-momen yang seketika istimewa dengan hadirnya cangkir-cangkir kopi, serta eksistensi kopi sebagai bahasa pergaulan. Dengan begitu, Anda akan memiliki banyak gagasan cemerlang yang bisa Anda ‘jual’ dalam usaha warung kopi yang akan dirintis.n

  • Menawarkan dan ‘Menjual’ Suasana

Setelah melihat kembali paradigma tentang kopi, hal lain yang perlu Anda pahami adalah bahwa selain mengenai cita rasa, aspek utama yang ‘dijual’ oleh warung kopi-warung adalah suasana. Ini berkair dengan berbagai properti yang akan Anda gunakan untuk mendukung konsep yang sudah Anda pilih. Jika Anda memilih konsep klasik, alam, etnik, modern atau konsep-konsep lain, Anda juga harus menguatkanya dengan dukungan berbagai properti mulai dari bentuk warung, denah, design, warna cat hingga perabot dan perlengkapan-perlengkapan lain.

Pastikan Anda memberikan karakter yang kuat terhadap konsep yang telah Anda pilih sehingga suasana yang Anda bayangkan benar-benar terasa oleh pengunjung. Dengan begitu, apapun konsep yang Anda pilih, suasana yang Anda ciptakan akan ‘menjual’ sehingga bisnis warung kopi Anda akan berkembang pesat dan cepat. Pertimbangkan pula untuk melengkapi warung kopi Anda dengan berbagai hiburan semisal live music, MP 3, layar proyektor, lampu hias dan lain-lain. Apapun ‘tambahan’ yang akan Anda sisipkan, pastikan konsep yang Anda usung hadir dalam setiap aksesoris dalam warung kopi yang Anda miliki.

  • Mendesign Konsep Layanan

Hal lain yang banyak memengaruhi betah-tidaknya pengunjung di sebuah warung kopi adalah layanan. Ini meliputi kelengkapan fasilitas (toilet, mushalla, smoking room, VIP room dan lain-lain) hingga alur memesan, membayar, mendapatkan menu yang dipesan, alur complain dan lain sebagainya. Dalam menentukan dan mendesign konsep layanan, posisikan diri Anda sebagai seorang pengunjung dan bayangkan apa yang paling diharapkan seorang pengunjung dari sebuah warung kopi. Setelah itu, bincangkan dengan rekan bisnis Anda kemudian godoklah dan temukan langkah-langkah taktis untuk mengeksekusinya.