Manfaat Gaya Hidup Dengan Bersepeda

Bersepeda merupakan salah satu gaya hidup lama yang baru-baru ini ramai dikampanyekan karena diharapkan dapat menjadi olahraga alternatif yang berimbas positif baik untuk kesehatan maupun untuk merekatkan hubungan sosial. Munculnya berbagai produk mesin yang memudahkan manusia menyelesaikan pekerjaannya di satu sisi memang membantu, akan tetapi di sisi lain hal tersebut justru membuat intensitas gerakan tubuh semakin berkurang. Kalori tidak terbakar dan asupan makanan tidak tercerna sempurna sehingga tubuh seakan menjadi magnet bagi berbagai penyakit mulai dari yang ringan hingga yang serius.

Tak hanya dalam hal kesehatan, kecanggihan teknologi juga ikut berperan menjauhkan manusia dari orang-orang di sekitarnya karena mereka nyaris tidak saling memerlukan satu sama lain. Ini berefek langsung terhadap merenggangnya hubungan sosial antarindividu yang kemudian menyebabkan hilangnya solidaritas sosial. Oleh para pendukung gerakan ini, bersepeda dipandang cukup mampu merekatkan kembali keakraban-keakraban sosial yang mulai luntur karena jam kerja yang terlalu padat, semakin sedikitnya waktu bercengkerama dengan sesama serta intensitas komunikasi yang semakin jarang.

Anda mungkin juga merasakan efek dari kerenggangan sosial tersebut ataupun gangguan-gangguan kesehatan yang disinyalir terjadi karena minimnya gerakan tubuh. Jika Anda mulai berpikir untuk menjajal gaya hidup bersepeda akan tetapi masih ragu karena berbagai pertimbangan, alasan-alasan di bawah ini patut Anda ketahui;

  • Motivasi Kesehatan

Tak sedikit orang yang mulai melirik kemudian menjalankan gaya hidup bersepeda karena alasan kesehatan. Prinsip dasarnya sama dengan cabang olahraga lain yakni untuk membakar kalori, menghasilkan keringat, menormalkan denyut jantung, memperlancar sirkulasi darah hingga mengurangi bahkan mengeliminir stress dan frustrasi. Bersepeda juga tidak mengharuskan Anda memiliki keahlian khusus sebab skill tersebut sudah Anda miliki sejak kecil.

Dengan begitu, Anda dapat memulai dan melakukannya kapan saja. Ini khususnya berlaku kika kondisi kesehatan Anda masih memungkinkan Anda bersepeda dan Anda belum memiliki jenis olahraga lain yang bisa dijadikan rutinitas. Bersepeda juga memungkinkan Anda menikmati berbagai pemandangan di tengah kayuhan-kayuhan sepeda sehingga akan menyegarkan pikiran dan lebih efektif mengurangi stress.

  • Waktu dan Intensitas

Ketika memutuskan untuk mengadopsi gaya hidup bersepeda, Anda tidak perlu berpikir bahwa Anda akan menggunakannya setiap hari untuk berangkat dan pulang kerja. Sikap yang demikian tentu tidak efektif karena kehadiran mesin motor memang begitu membantu Anda mempersingkat jam perjalanan sehingga bisa sampai di tempat tujuan dalam durasi waktu yang lebih pendek.

Anda bisa menjadikannya rutinitas mingguan atau dua kali seminggu dengan berkeliling komplek di sore hari ataupun di pagi hari ketika hari libur. Umumnya, para praktisi kesehatan menyarankan gerak tubuh yang rutin setiap satu hingga tiga kali seminggu. Anda bisa mengadopsi nasihat dengan bersepeda minimal satu kali seminggu. Waktu yang dibutuhkan untuk bersepeda juga tidak terlalu lama, yakni antara 30 menit-1 jam.

  • Modal

Untuk memulai gaya hidup bersepeda, sedikitnya Anda hanya perlu modal sepeda dan aksesoris (helm, botol minuman dan lain sebagainya jika diperlukan) serta biaya perawatan yang relatif kecil. Ini tentu jauh lebih terjangkau dibanding cabang-cabang olahraga lain yang mengharuskan Anda menyewa tempat, menyewa atribut khusus, memiliki kartu keanggotaan dan lain sebagainya.

  • Komunitas

Seperti yang disinggung sebelumnya, bersepeda juga dapat merekatkan hubungan Anda dengan orang lain. Ini khususnya terjadi ketika Anda tergabung dalam sebuah komunitas pecinta sepeda yang rutin menggelar acara bersepeda bersama pada hari-hari tertentu. Meski tidak demikian, ketika bersepeda sendiri, Anda cenderung akan menyapa atau bertuar senyum dengan orang-orang yang Anda temui sepanjang perjalanan.