Macam-Macam Investasi Properti (2)

  •  Investasi Rumah Kontrakan

Investasi properti berupa rumah kontrakan tidak banyak berbeda dengan investasi rumah kos. Bedanya, rumah kontrakan biasanya dihuni sekelompok orang yang memilki ikatan tertentu, semisal ikatan persahabatan, pernikahan, etnis, asal daerah, komunitas ilmiah dan lain sebagainya. Sebaliknya, rumah kos umumnya dihuni oleh sekelompok orang dari latar belakang yang berbeda dan tak jarang baru saling mengenal di rumah kos. Bagi Anda sang pemilik properti, pilihan untuk menyewakan bangunan layak huni sebagai rumah kos atau rumah kontrakan umumnya ditentukan oleh akses Anda ke tempat tersebut.

Jika Anda bisa mengunjungi investasi properti Anda tersebut dalam frekuensi yang relatif sering, menjadikannya rumah kos adalah pilihan yang tepat. Ini utamanya berkait dengan tanggung jawab yang biasanya dilimpahkan pada pemilik kos jika ada kerusakan peralatan dan faslitas umum, saluran air atau pembuangan atau kendala-kendala teknis lain. Sementara itu jika Anda tinggal di luar kota, rumah tersebut sebaiknya dijadikan kontrakan sehingga Anda bisa ‘menjenguknya’ dalam frekuensi yang relatif sebab tanggungjawab untuk hal-hal teknis biasanya dimemban oleh penghuni. Di luar itu, peran Anda sebagai pemilik kontrakan tidak jauh berbeda. Anda menyediakan tempat hunian bagi mereka yang menyepakati harga yang Anda beri lalu menerima pembayaran secara rutin.

Seperti halnya rumah kos, harga sewa rumah kontrakan umumnya dipastikan akan selalu naik dari tahun ke tahun. Inilah yang menyebabkan banyak penghuni kontrakan tidak memperpanjang masa kontraknya setelah tahun pertama. Namun demikian, investasi properti dalam bentuk rumah kontrakan Anda tidak akan pernah memberi kerugian sedikitpun. Sesegera mungkin setelah penghuni kontrakan lama pindah, penghuni baru akan datang sehingga Anda tidak perlu mencemaskan ancaman kerugian.

Seperti halnya pada rumah kos, setiap berganti peghuni, Anda sebagai pemilik dan sekaligus investor biasanya mengeluarkan sedikit biaya untuk memperbaharui bangunan rumah dan memperbaiki titik-titik yang mengalami gangguan. Namun demikian, sekali lagi, dana yang sedikit tersebut tidak akan berarti apa-apa dibadingkan keuntungan yang Anda dapat kemudian. Investasi properti semacam ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki rumah layak huni yang tidak didiami atau Anda yang memang berniat membangun rumah kontrakan sebagai investasi properti yang menjanjikan.

  • Investasi Ruang Usaha

Memiliki hak milik atas ruang usaha atau ruko (rumah toko) tidak selalu berarti bahwa Anda akan menggunakanya untuk kepentingan bisnis pribadi. Anda bisa menyewakannya kepada orang lain dan dengan alur yang demikian, Anda akan menerima sewa ruang usaha yang jumlahnya, bisa dipastikan, tidak sedikit. Investasi properti dalam bentuk ruang usaha biasanya mengharuskan Anda memiliki modal yang lebih besar dibanding ruang hunian, akan tetapi ini setara dengan keuntungan yang akan Anda dapat. Harga jual ruang usaha biasanya jauh di atas rumah hunian karena nilai bisnis yang dimilikinya. Harga jual dan belinya juga akan bertambah tinggi jika terletak di tempat-tempat strategis.

  •  Investasi Hunian Mewah

Hunian mewah di sini berarti apartemen atau rumah huni di komplek perumahan. Banyak orang yang memilih berinvestasi properti dengan hunian-hunian mewah semacam itu karena selain bisa disewakan, hunian tersebut bisa juga dihuni sendiri. Pilihan ini juga cocok bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan hunian, sering berpindah kota ataupun hobi berinvestasi properti hunian mewah di berbagai kota. Jika rumah hunian di komplek perumahan biasanya disewa dalam jangka tahunan, setengah tahun atau bahkan bulanan, maka sewa apartemen relatif lebih fleksibel karena banyak yang menyewakannya dalam hitungan harian, mingguan atau bahkan bulanan.