Langkah Praktis Meyakinkan Pemilik Properti untuk Lakukan Penjualan

Bagi sebagian pebisnis properti, menemukan properti murah tak ubahnya mendapat tambang emas yang masih harus digali, dirawat kemudian baru diambil kandungan emasnya. Proses-proses tersebut bisa dilakukan jika lokasi tambang sudah beralih kepemilikan kepada dirinya dari tangan pemilik lama yang belum mengetahui bahwa di lokasi tersebut terkandung emas yang melimpah. Ketidaktahuan yang demikian membuat si pemilik lama emoh merawat, menghuni dan menggunakan propertinya namun pada waktu yang sama juga belum berniat menguangkannya karena beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah keberadaan properti sebagai warisan orang tua, memiliki rencana untuk melakukan rehabilitasi tapi terkendala dana dan lain sebagainya. Pertimbangan bahwa harga jual properti dalam keadaan kurang layak pakai atau layak tersebut akan sangat rendah juga kerap menjadi penghalang bagi si pemilik untuk menjual propertinya dalam waktu dekat.

Sebagai pebisnis properti sekaligus negosiator ulung, Anda tentu harus bisa meyakinkan si pemilik lama untuk menjual properti murahnya pada Anda. Selain ilmu-ilmu teoretis dan pengalaman yang Anda dapatkan di lapangan, langkah-langkah di bawah ini dapat Anda lakukan dalam rangka meyakinkan si pemilik untuk menjual propertinya pada Anda;

  • Bertamu Secara Kultural

Jika Anda bisa menemui pemilik sah properti murah yang tengah Anda incar, berkunjunglah ke kediamannya dan utarakan maksud Anda secara sopan dan hangat. Hilangkan kesan dan tampilan sebagai seorang pebisnis properti visoner sehingga si pemilik tidak akan merasa ‘terintimidasi’ dengan status dan modal yang Anda miliki. Tunjukkan juga bahwa kalaupun suatu saat kepemilikan properti beralih, komunikasi dan jalinan kultural Anda dan si pemilik akan tetap terjalin sehingga ia bisa ‘menyambangi’ propertinya kapan saja dan tetap berteman baik dengan Anda.

Dibanding mengutus agen atau bawahan Anda untuk keperluan ini, cara yang demikian jauh lebihe efektif dalam meyakinkan si pemilik untuk menjual propertinya kepada Anda. Anda juga bisa mengajukan beberapa pertanyaan terkait properti tersebut yang bisa semakin meyakinkan—atau bahkan menggagalkan—rencana Anda membelinya dan menjadikannya investasi properti jangka panjang.

  • Memberi Pertimbangan-Pertimbangan Logis

Setelah menyampaikan keinginan Anda untuk membeli properti murah yang dimilikinya, utarakan berbagai pertimbangan logis mengapa si pemilik harus menjualnya kepada Anda. Berikan pertimbangan, misalnya, uang hasil penjualan bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih mendesak, ketidakmungkinan untuk menyewakan properti, besarnya biaya reparasi atau perbaikan properti yang diperlukan jika suatu bangunan tidak dijual ataupun tiadanya pihak yang sangat berkepentingan untuk menghuni atau menggunakan properti tersebut. Dengan begitu, pemilik properti bisa berpikir ulang dan mempertimbangkan saran yang Anda sampaikan. Jangan lupa dalam hal ini, Anda harus menjaga tone tanpa ada kesan menggurui untuk memperlancar komunikasi dan meluluhkan hati si pemilik.

  • Tidak Begitu Menunjukkan Keinginan

Prinsip lain yang banyak digunakan dalam tawar-menawar untuk transaksi apapun, termasuk transaksi properti, adalah tidak begitu menunjukkan keinginan untuk membeli. Sebagai seorang calon pembeli, Anda memang harus menunjukkan terhadap sebuah barang, akan tetapi jangan berlebihan. Ini akan membuat si pemilik barang atau penjual pongah sehingga mereka menaikkan harga dagangannya. Hal yang sama berlaku pada proses penjualan properti murah. Jika Anda terlalu menunjukkan ketertarikan untuk membeli, pemilik justru akan memberi respon negatif, baik dengan keukeuh tidak akan menjual propertinya ataupun dengan menaikkan harga. Dua hal tersebut tentu tidak Anda inginkan sama sekali.