Langkah Cerdas Sebelum Berhutang Untuk Kredit Rumah Idaman

Mempunyai rumah memang selalu menjadi impian utama setiap orang. Akan tetapi karena tidak direncanakan dengan baik yang terjadi justru impian tersebut menjadi jurang dalam bagi mereka yang membeli rumah khususnya yang dibeli dengan cara berhutang. Hutang memang tidak selamanya buruk. Hanya saja berhutang untuk membeli rumah tentunya dalam jumlah besar maka perlu direncanakan dengan baik agar hutang tersebut tidak menjadi boomerang bagi anda nantinya.

Rumah adalah simbol kemandirian bagi banyak orang. Maka tidak sedikit yang berjuang mati-matian mengejar kekayaan agar mampu membeli rumah atau apartemen. Rumah menjadi barang yang sangat berharga karena untuk memilikinya tidak cukup dengan tabungan yang sedikit. Justru, untuk memiliki rumah atau apartemen orang harus memiliki tabungan yang tebal. Untuk itu tidak heran jika banyak yang rela berhutang besar demi mewujudkan impiannya memiliki rumah idaman. Dalam hal ini pihak bank sangat diuntungkan dengan program KPRnya. Sebab orang yang ingin membeli rumah akan tetapi tidak memiliki uang yang cukup maka mereka akan mengajukan KPR ke bank. Dalam aspek inilah anda harus berhati-hati.

Berikut adalah beberapa aspek yang harus anda perhatikan sebelum memutuskan untuk berhutang ke pihak manapun, termasuk pihak bank.

  • Siapkan dana darurat

Membeli rumah membutuhkan komitmen yang luar biasa besar. Tidak jarang mereka yang membeli secara kredit harus pupus harapan karena rumahnya harus disita oleh pihak bank akibat tidak bisa melunasi hutangnya. Agar tidak terlambat dalam membayar cicilan sebaiknya anda sudah menyiapkan dana darurat. Dana ini nantinya akan sangat anda butuhkan untuk perawatan rumah. Artinya dana darurat ini adalah dana yang anda siapkan di luar untuk mencicil kredit bulanan. Dengan dana darurat tersebut anda akan akan membutuhkannya untuk mengecat rumah, atau memperbaiki rumah yang anda miliki.

Usahakan agar dana darurat ini tidak terkendala apapun. Dengan kata lain dana ini harus siap untuk dibelanjakan setiap waktu dibutuhkan. Standarnya ialah sebesar 5 kali pengeluaran bulanan. Dengan menyiapkan dana darurat ini anda tidak perlu hawatir lagi dikejar-kejar pihak yang anda hutangi setiap bulannya. Yang perlu anda ingat selalu yaitu dana ini tidak boleh digunakan untuk membayar bulanan rumah. Dana darurat ini bisa digunakan untuk kesehatan misalnya atau kebutuhan-kebutuhan yang mendadak.

  • Miliki pemasukan yang dapat diandalkan

Ketika anda memutuskan untuk membeli rumah secara kredit sebaiknya anda pastikan terlebih dahulu pemasukan atau pendapatan per bulan anda sudah stabil. Apabila pendapatan bulanan anda belum stabil artinya penghasilan bulanan tersebut belum dapat diandalkan untuk melunasi hutang rumah tersebut. Terlebih lagi ketika anda tidak belum memiliki pekerjaan yang tetap sebaiknya anda memikirkan kembali untuk membeli rumah.

Di samping itu anda juga harus memiliki tabungan yang cukup besar sebagai persiapan apabila sewaktu-waktu anda mendapatkan musibah seperti dipecat dari perusahaan tempat anda bekerja. Upayakan agar tabungan anda tidak habis satu waktu hanya gara-gara membeli rumah.

  • Klasifikasikan hutang anda

Yang perlu anda ingat sebelum membeli rumah bahwa ketika anda membeli rumah artinya anda sedang menambah hutang. Dan agar hutang anda menjadi lubang hitam keluarga anda sebaiknya anda mulai mengklasifikasikan hutang anda dari sekarang. Misalnya tunggakan cicilan kendaraan seperti motor, cicilan kartu kredit, koran, internet, langganan TV kabel, dan lain sebagainya. Paling tidak ketika anda sudah mengelompokkan hutang tersebut anda akan mendapatkan kejelasan tentang berapa banyak uang yang harus anda siap keluarkan setiap bulannya.