Gaya Hidup Gadgeting dan Kejahatan Virtual

Gaya hidup gadgeting sangat populer akhir-akhir ini dan seakan menjadi gaya hidup mainstream di sekitar kita. Di ruang-ruang domestik maupun publik, pengguna gadget sibuk dengan gadget-nya masing-masing dalam hampir semua aktivitas yang mereka lakukan. Harga beli gadget dan pulsapun disulap sedemikian terjangkau oleh produsen maupun penyedia jasa, utamanya jika dibandingkan dengan 10-15 tahun yang lalu di mana telepon seluler (dan semua jenis gadget lain) serta pulsa telepon masih menjadi barang langka dan mewah. Iklan-iklan bombastis yang disiarkan melalui berbagai media juga semakin menambah popularitas gadget sehingga angka pemakaiannya semakin tinggi dari hari ke hari.

Di satu sisi, gaya hidup gadgeting memang menawarkan sarana komunikasi yang mudah, terjangkau dan cepat. Dengan hanya memainkan jari di atas layar dan melakukan beberapa klik, seorang pengguna sudah bisa mengirim pesan, menerima pesan atau mengetahui kejadian di belahan bumi yang lain. Pengguna juga dapat dengan mudah berkomunikasi dengan sahabat atau kerabat yang tinggal di daerah maupun negara lain secara real time. Namun demikian di balik kemudahan dan hal-hal praktis tersebut, gadgeting dalam sebagian keadaan bisa juga membahayakan, utamanya jika berkaitan dengan apa yang lazim disebut cyber crime, virtual crime atau kejahatan dunia maya.

Untuk menghindarkan Anda dan orang-orang tersayang Anda dari dampak kejahatan virtual semacam itu, Anda perlu memperkaya wawasan mengenai berbagai kasus kejahatan virtual yang pernah terjadi. Dari situ, Anda bisa berhati-hati agar apa yang menimpa pengguna-pengguna tersebut tidak terjadi pada Anda. Selain itu, berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan untuk ‘mengimbangi’ gaya hidup gadgeting yang mungkin telah menjadi bagian dari Anda.

  • Memilih informasi yang akan dibagikan

Dalam akun media sosial, situs pribadi atau laman umum lain yang bisa diakses orang lain, Anda harus selektif dan berhati-hati membagikan informasi mengenai diri Anda. Ini menjadi penting sebab gaya hidup gadgeting terkadang terlalu membuai penggunanya sehingga mereka tidak lagi waspada dengan kejahatan yang mengancam jika mereka terlalu mengekspos informasi-informasi pribadi ke publik melalui laman-laman tersebut. Informasi-informasi tersebut meliputi alamat rumah, nomor handphone, nomor rekening dan informasi-informasi lain.

  • Menyeleksi Pertemanan dan Informasi dari Orang Lain

Salah satu ‘pilar’ dalam gaya hidup gadgeting adalah media sosial di mana Anda bisa berteman dengan orang-orang yang tidak Anda kenal di dunia nyata. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seleksilah setiap permintaan pertemanan yang masuk ke akun media sosial Anda sehingga Anda hanya akan berinteraksi dengan orang-orang yang tidak berpotensi melakukan kejahatan virtual melalui pertemanan di media sosial.

  • Tidak Mudah Memercayai Informasi yang Diterima

Perubahan besar yang dibawa berbarengan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta gaya hidup gadgeting adalah semakin mudahnya mengakses berita dan pesan dari seluruh belahan dunia. Anda sebagai pengguna aktif media sosial atau minimal surat elektronik (surel, email) juga dapat menerima informasi pribadi dari siapapun di belahan dunia manapun. Dalam keadaan yang demikian, Anda tidak boleh terlalu mudah percaya pada informasi yang disampaikan orang lain, utamanya orang yang belum pernah Anda temui di dunia nyata. Jika yang bersangkutan mengajak kopi darat atau bertemu, misalnya, Anda harus ekstra hati-hati dan mempertimbangkan banyak hal. Prinsip yang sama berlaku ketika ada teman dunia maya Anda yang meminta informasi-informasi pribadi mengenai diri Anda.