Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Properti

Apapun profesi yang Anda geluti dan kesibukan macam apa yang Anda miliki, aka nada saatnya Anda akan berurusan dengan properti. Ini bisa terjadi ketika Anda berencana menjual properti yang Anda miliki, membeli sebuah properti baru atau sekadar menakar dan menaksir berapa harga jual properti yang saat ini Anda miliki. Karena itu, Anda harus mengetahui beberapa hal tentang properti meski hal tersebut tidak kemudian mengharuskan Anda menjadi seorang ahli properti ataupun pebisnis properti.

Minimal, Anda mengetahui bahwa ada berbagai macam properti mulai dari tanah, sawah, rumah, apartemen, rumah kos, rumah kontrakan dan lain-lain yang biasa menjadi barang investasi. Anda Anda juga mungkin telah mengetahui bahwa selain untuk kepentingan pribadi, yakni tinggal atau mengelola bisnis, properti tak jarang disewakan pada orang lain yang membutuhkan dan menyepakati harga yang Anda tetapkan. Karena itu, Anda juga harus mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi harga properti, baik harga jual maupun harga sewanya. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, sebagai orang awampun Anda bisa menaksir harga sebuah properti sebelum melakukan negosiasi.

Beberapa di antara faktor tersebut adalah sebagai berikut;

  • Keadaan secara Umum

Harga properti sangat ditentukan oleh keadaannya secara umum. Untuk properti rumah, misalnya, harga jual rumah layak huni dengan rumah tak layak huni bisa dipastikan berbeda. Prinsip yang sama juga berlaku pada properti-properti lain, semisal kesuburan tanah, kemewahan apartemen dan lain sebagainya. Umumnya, cara kalkulasi termudah untuk menentukan harga properti berdasarkan keadaannya secara umum adalah dengan memperkirakan biaya rehabilitasi yang dibutuhkan untuk mempermak dan menyempurnakan keadaan properti sebelum ditempati atau dipakai.

  • Letak Geografis

Letak geografis juga cukup menentukan harga properti sebab hal ini terkait dengan kemungkinan menggunakan sebuah properti untuk kepentingan bisnis (dijual kembali atau dijadikan ruang usaha) maupun untuk kepentingan hunian. Sebuah properti yang terletak di jantung kota bisa dipastikan jauh lebih tinggi, bahkan berlipat-lipat, dibanding properti di wilayah pinggiran atau pedesaan. Untuk itu, jika budget Anda terbatas, Anda sebaiknya tidak perlu terlalu mencari properti di tengah kota karena kemungkinan besar tidak akan mencukupi.

  • Akses ke Fasilitas-Fasilitas Umum

Selain faktor geografis, akses ke fasilitas-fasilitas umum juga begitu berpengaruh dalam naik-turunnya harga properti. Itulah yang menyebabkan banyak pengembang komplek perumahan bekerjasama dengan swalayan, pusat perbelanjaan, pusat olahraga, hingga sekolah-sekolah swasta agar mendirikan bangunan bisnisnya tak jauh dari komplek perumahan yang mereka kembangkan. Hal tersebutlah yang juga dapat melambungkan harg jual sebuah rumah dalam komplek perumahan. Untuk properti tanah, tanah yang dekat dengan sumber air atau terletak di tengah jalur irigasi yang baik biasanya akan lebih mahal dibanding tanah di jalur kering karena hal tersebut menghambat proses pertanian.

  • Fasilitas-Fasilitas yang Tersedia

Seperti yang bisa dibayangkan, sebuah rumah dengan 4 kamar tidur dipastikan harganya lebih mahal dibanding rumah dengan 3 kamar tidur. Keberadaan dapur, garasi, gudang, dan fasilitas-fasilitas lain juga dapat menaikkan harga properti rumah. Karena itu, Anda dapat menaksir sendiri harga rumah Anda ketika Anda berencana menjualnya. Anda juga tidak akan mudah tertipu oleh pemilik rumah atau makelar yang membantu Anda mendapatkan rumah impian.

Selain beberapa hal di atas, pastikan anda juga tidak lupa untuk berkonsultasi pada beberapa ahli jual-beli properti mulai dari teman terdekat, keluarga, internet ataupun melakukan survey kecil-kecilan mengenai rata-rata harga tanah di sebuah wilayah tertentu. Ini penting Anda lakukan sebab tidak sedikit calon pembeli properti yang terkecoh dan membayar harga tidak wajar karena ketidaktahuan terhadap faktor-faktor yang memengaruhi harga properti semacam ini.