Bagaimana Menilai Produk Properti Yang Sesuai Kebutuhan Anda? (Bagian 2)

Bisnis properti sudah semakin banyak peminatnya, terutama untuk menjadi lahan berinvestasi. Ketika hendak memutuskan berinvestasi pada bisnis properti, maka anda perlu menganalisa produk properti apa yag sesuai untuk anda. Berikut ini adalah kelanjutan tips cara menilai ketepatan produk properti agar sesuai dengan karakteristik yang anda miliki :

  1. Analisa kesehatan finansial anda

Anda bisa menganalisa kemampuan keuangan atau finansial dengan menghitung kesesuaian variabel finansial anda dengan standart ideal seperti penjelasan berikut ini:

  • Variabel Jumlah dana darurat atau dana liquid

Yakni total keseluruhan uang tunai yang ada pada anda serta uang tabungan yang ada di bank. Dimana variabel ini dapat dikategorikan dalam kondisi sehat ketika setidak – tidaknya terdapat dana darurat sebanyak dua kali dari total penghasilan per bulan dari suami maupun istri setelah digabungkan.

  • Variabel rasio kemampuan menabung

Yakni total uang yang mampu disisihkan untuk menabung secara rutin tiap bulannya. Variabel ini dapat dikategorikan dalam kondisi sehat ketika dalam setiap bulannya anda dapat menyisihkan 10% dari total gabungan pendapatan pasangan suami istri untuk ditabungkan setiap bulannya.

  • Variabel rasio kemampuan membayar hutang

Yakni keseluruhan total cicilan hutang yang harus anda bayarkan secara rutin per bulannya. Dimana variabel ini dapat dikategorikan dalam kondisi sehat ketika perbandingan jumlah cicilan hutang bulanan yang harus dikeluarkan tidak lebih dari 30% dari total gabungan pendapatan pasangan suami istri untuk ditabungkan setiap bulannya

Jika anda sudah dalam kondisi finansial yang sehat, maka anda pun tetap harus mempertimbangkan ketersediaan dana yang diperuntukkan guna berinvestasi pada bisnis properti.

  1. Tentukan tujuan berinvestasi pada bisnis properti

Setelah menganalisa kebutuhan, kondisi internal dan kesehatan finansial, anda juga perlu menentukan tujuan spesifik dalam berinvestasi. Jangan sampai anda berinvestasi tanpa tujuan. Sebab tujua investasi merupakan pijakan dalam menilai kapan investasi anda dapat dikatakan telah mencapai tujuan dan siap “dipanen”. Tujuan investasi sendiri sangat beragam tergantung dengan keinginan anda sendiri. Misalnya, tujuan jangka panjang anda adalah untuk dijadikan simpanan biaya kuliah anak, atau anda orientasikan untuk harta yang akan anda wariskan kepada anak – anak anda. Semua itu terserah kepada anda.

  1. Analisa produk properti yang sesuai enggan kebutuhan dan kondisi internal

Nah, setelah mengetahui kebutuhan, kondisi internal dan kesehatan finansial serta tujuan investasi, maka terakhir yang harus anda lakukan adalah menganalisis produk properti mana yang sesuai dengan karakteristik anda di atas. Misalnya saja, jika kemampuan dana yang dapat anda sediakan untuk berinvestasi ria dalam bisnis properti tak lebih dari 100 juta, maka produk properti yang tepat adalah properti murah meriah yang masih berpotensi berkembang. Misalnya anda bisa membeli sebidang tanah yang bisa anda tanami pohon jati guna memaksimalkan nilainya. Atau anda juga bisa membeli rumah sederhana dengan banyak kamar untuk dipakai membuka rumah indekost sekaligus untuk menambah pemasukan dan tabungan sehingga bisa kembali menambah aset investasi properti lagi.

Kemudian jika melihat kebutuhannya adalah untuk mengamankan uang saja agar nilainya terus meningkat dan tujuan investasinya adalah untuk biaya kuliah anak 10 tahun lagi, maka lebih baik membeli properti di lokasi strategis yang tak terlalu membutuhkan perawatan. Properti yang tepat tentu saja berinvestasi pada aset tanah.