Bagaimana Menilai Produk Properti Yang Sesuai Kebutuhan Anda? (Bagian 1)

Berinvestasi pada bisnis properti kini tak hanya menjadi gaya hidup masyarakat kelas atas semata. Masyarakat kelas ekonomi menengah bahkan bawah pun kini mulai memiliki kesadaran dalam menyimpan uangnya pada instrument investasi properti dan terus dipupuk hingga menjadi gaya hidup agar mampu mengalahkan budaya konsumeris yang terus didengung – dengungkan media dan lingkungan. Banyak orang – orang yang meskipun tak berpenghasilan tinggi, namun tetap percaya diri untuk dapat berinvestasi pada bisnis properti sebagai strategi mereka dalam mengatur keuangan yang serba terbatas.

Jika anda adalah salah satu yang berminat pada investasi bisnis properti, mungkin yang pertama kali anda bingungkan adalah pada jenis produk properti apa seharusnya anda berinvestasi agar tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang anda miliki. Sebenarnya tak hanya orang awam saja yang perlu mempertanyakan hal tersebut. Mereka yang telah terbiasa dengan dunia investasi properti pun seharusnya juga senantiasa menjadikan pertanyaan tersebut sebagai rumusan masalah yang harus dipecahkan ketika hendak melengkapi koleksi aset investasi properti yang dimiliki. Sebab keputusan untuk membeli properti jenis apa, dengan type apa dan dimana adalah analisis mendasar sebelum berinvestasi pada bisnis properti.

Jika anda asal beli properti tanpa menganalisa kesesuaian produk properti tersebut dengan kebutuhan dan kondis anda, maka bisa jadi hasil investasi yang anda harapkan tak akan optimal. Oleh karenanyalah sangat penting bagi anda untuk terlebih dahulu menilai produk properti apa yang sekiranya sesuai untuk anda jadikan sebagai aset berinvestasi dalam bisnis properti.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips atau cara agar anda dapat menentukan jenis produk properti yang sesuai untuk kondisi, kebutuhan, dan tujuan investasi anda, diantaranya yaitu:

  1. Pahami kebutuhan yang ingin anda penuhi

Hal pertama yag harus anda lakukan yakni memahami apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan yang ingin anda penuhi dengan membeli properti. Kebutuhan ini bisa berasal dari kebutuhan akan tempat tinggal, tempat usaha atau murni untuk menyimpan uang agar nilainya meningkat dan terhindar dari resiko tergerus inflasi. Misalnya saja yang menjadi kebutuhan anda adalah untuk membuatkan rumah yang nantinya akan diwariskan untuk anak – anak anda. Ataupun kebutuhan untuk memiliki tempat usaha kuliner yang strategis.

  1. Sesuaikan dengan kondisi internal

Jika anda telah memahami apa sebenarnya yang anda butuhkan dari membeli properti, maka yang harus anda lakukan selanjutnya adalah memahami kondisi internal dalam diri anda. Apa itu kondisi internal? Kondisi internal adalah segala hal yang terkait dengan keadaan diri anda sendiri mulai dari kemampuan finansial atau dana yang anda miliki, usia anda saat ini, kondisi keluarga, dan masih banyak lagi lainnya. Memahami kondisi internal sangat penting karena menentukan apa yang harus dipahami agar investasi anda tidak terkesan memaksakan diri. Investasi yang memaksakan diri sendiri hanya akan memberatkan anda selama proses berinvestasi. Alih – alih menuai hasl investasi setelah kurun waktu jangka panjang, bisa – bisa anda terpaksa harus menual aset investasi properti anda karena kondisi kesehatan finansial anda yang terganggu keseimbangannya akibat anda memaksakan diri berinvestasi pada produk properti yang tak realistis.

Prinsipnya, segala sesuatu harus tetap seimbang. Jangan sampai karena terlalu bersemangat untuk berivestasi pada bisnis properti, lantas membuat anda menjadi memaksakan diri sendiri.