Alasan Primer Membeli Rumah di Kompleks Perumahan

Ada berbagai alasan mengapa rumah di kompleks perumahan menjadi pilihan konsumen. Satu di antaranya adalah karena sistem penjualan yang berlaku di kompleks perumahan adalah satu transaksi untuk semua, yakni untuk sebidang tanah yang di atasnya terbangun sebuah rumah. Dengan demikian, seorang konsumen tidak perlu membayar biaya dua kali untuk membeli sebidang tanah kemudian membangun sebuah rumah di atasnya. Dengan membayar satu harga, mereka sudah bisa mendapatkan dua hal tersebut. Mekanisme yang demikian dianggap lebih praktis dan simple dibanding harus membeli tanah terlebih dahulu, mengumpulkan material yang dibutuhkan kemudian baru membangun rumah. Dari seluruh tahap tersebut, dibutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit sehingga cenderung akan banyak menguras kantong Anda.

Nah, selain alasan utama tersebut, ada berbagai alasan primer lain di balik keputusan konsumen untuk membeli rumah di kompleks perumahan dan inilah yang dijadikan ‘umpan’ oleh para pengembang untuk meningkatkan angka jual rumah yang mereka bangun. Beberapa di antara alasan tersebut adalah sebagai berikut;

  • Sebagai Investasi Masa Depan

Penghuni yang memiliki mindset bisnis umumnya beranggapan bahwa membeli rumah di kompleks perumahan merupakan sebuah investasi masa depan yang dapat ‘menjaga’ modal dalam bentuk biaya pembelian. Harga rumah yang terus naik dari tahun ke tahun serta harga sewa yang juga tinggi adalah dua alasan mendasar untuk menjatuhkan pilihan pada rumah-rumah di kompleks perumahan baik sebagai hunian atau lahan bisnis (ruang usaha).

  • Meningkatkan Gengsi

Meski belakangan semakin banyak perumahan ekonomis bermunculan, memiliki rumah di kompleks perumahan tetap memberikan gengsi tersendiri. Banyak yang bahkan berkelakar bahwa membeli rumah di komplek perumahan adalah ‘magnet’ untuk bisa membeli barang mewah lain mulai dari kendaraan hingga barang-barang lain. Ini sedikitnya menunjukkan bahwa dalam pandangan umum, memilki rumah di komplek perumahan masih merupakan hal mewah yang dapat meningkatkan prestise atau gengsi pemiliknya.

  • Faktor Keamanan dan Kebersihan

Pengembang perumahan biasanya juga menerapkan prinsip all in one dalam menjamin kenyamanan dan keamanan penghuni. Mereka menjamin keamanan dan kebersihan lingkungan dengan sistem yang dirancang dan dieksekusi sedemikian rupa. Seluruh kompleks perumahan yang dibatasi tembok dan adanya dua pos keamanan di pintu masuk maupun pintu keluar menjadikan penghuni memiliki perasaan aman dan terlindungi dari berbagai ancaman kriminalitas dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, adanya petugas kebersihan yang rutin membersihkan halaman bersama, jalan kompleks, serta fasilitas-fasilitas umum kompleks—semisal taman bermain—dan mengambil serta mengumpulkan sampah dari tiap rumah juga menjadi daya tarik. Tak heran jika banyak yang memutuskan untuk membeli rumah di kompleks perumahan.

  • Sistem Pembayaran yang Mudah

Para pengembang biasanya tak pernah kehabisan akal untuk mendorong angka pembelian rumah di lahan yang mereka miliki. Salah satunya adalah dengan memberlakukan apa yang disebut KPR atau Kredit Pembelian Rumah dengan masa kredit hingga bertahun-tahun. Ini berarti bahwa hanya dengan membayar uang DP (desk posted) atau uang muka dan sekain persen dari sisanya, seorang pembeli sudah bisa menempati rumah yang dibelinya.

Selanjutnya, umumnya dalam jangka waktu setiap bulan, pembeli akan membayar biaya cicilan bulanan kepada pengembang. Ini biasanya menjadi pilihan mereka yang memiliki penghasilan residual semisal karyawan sebuah perusahaan, Pegawai Negeri atau investor yang rutin mendapat pemasukan tiap bulan. Dengan perhitungan bahwa cicilan rumah bisa dibayarkan dari sebagian penghasilan bulanan yang diterima, orang-orang ini biasanya memutuskan untuk membeli rumah di kompleks perumahan.